Site icon Catatan Ludy

Resep Sayur Lodeh Enak dan Praktis Ala Nenek

Sayur lodeh, oh sayur lodeh… Kuahmu yang gurih dan sedap selalu mengingatkanku pada rumah nenek di Rawamangun, Jakarta Timur. Namun, kini rasa nan ‘asli’ itu telah lama pergi bersamaan dengan si empunya pemilik resep. Oh, sayur lodeh, saat mengingatmu aku jadi rindu. Rindu pada nenek dan sayur lodehnya…

Ludyah, 2019

Sebagai perempuan, wajar rasanya jika keahlian memasak sejatinya memang harus dimiliki. Meski, tidak sepenuhnya ahli, setidaknya minimal bisalah membedakan mana lengkuas, kunyit, jahe dan bumbu dapur lainnya. Dan, pengetahuan dasar tentang bumbu itulah yang pertama kali nenek saya ajarkan kala itu saat saya berusia 7 tahun. Karena, sejak kecil dekat dan sering menginap di rumah nenek, tak jarang nenek meminta saya untuk membantunya di dapur.

Mulai dari minta diambilkan cabe, bawang beserta teman-temannya, mengiris bumbu dapur hingga mengenalkan bumbu dapur tersebut satu persatu. Padahal, saat itu rasanya saya malas banget untuk tahu soal masak-memasak. Inginnya sih to the point aja, alias terima beres tinggal makan, hehe.

Pictured by pexels.com

Akan tetapi, nenek sebagai perempuan kelahiran Jawa yang dibesarkan dengan kultur Betawi yang amat kental, rupanya memiliki tradisi tersendiri yang turun temurun dalam keluarganya. Dimana, perempuan ‘WAJIB’ mempelajari seluk beluk pekerjaan rumah tangga termasuk didalamnya pekerjaan memasak sejak dini. Ahh, kalau diingat-ingat lelah betul rasanya saat itu. Meski, nenek seringkali menyuruh ini-itu saat saya menginap, entah mengapa saya selalu merasa happy. Ketimbang, disuruh mama saat di rumah. Maybe, mama nyuruhnya pake omelan, sedangkan kalau nenek pake senyuman (halah, ngeles aja!).

Karena Nenek, Saya Jadi Pecinta Sayur Lodeh

Kecintaan saya terhadap sayur lodeh kala itu mulai timbul, tepat saat nenek seringkali menyajikan suguhan sayur lodeh beserta tambahan lauk pauk lainnya ketika saya menginap. Bisa jadi, rasanya itu memang cocok di lidah saya karena sejak kecil banget sering dicekoki oleh olahan sayur tersebut. Sehingga, rasanya pun tidak asing lagi di lidah saya.

Ahh, lagi-lagi saya jadi terkenang dengan memori percakapan saya di dapur nenek yang ukurannya kala itu bisa dibilang cukup luas untuk ukuran dapur pada umumnya. Melihatnya memasak, membuat saya terdiam dan berpikir, mengapa nenek mahir banget sih? Gitu. Lantas, kira-kira apa sih resep rahasia sayur lodeh ala nenek saya yang enak dan praktis itu? Ini dia, selengkapnya.

Resep Sayur Lodeh Enak dan Praktis Ala Nenek

Bahan:
7 buah kacang panjang
1/2 potongan kol berukuran sedang
3 buah wortel
2 buah terong
Daun dan buah melinjo secukupnya
3 buah labu siam kecil
Minyak goreng untuk menumis
1/2 liter santan kelapa
2 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1 sdt gula pasir
Air putih secukupnya

Bumbu:
4 lembar daun salam
7 siung bawang merah
5 siung bawang putih
Lengkuas secukupnya

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih sayuran, lalu potong-potong sesuai dengan ukuran
  2. Haluskan bumbu-bumbu dengan cara digiling hingga halus
  3. Bumbu yang sudah digiling, lalu tumis dan tambahkan 4 lembar daun salam. Aduk hingga rata
  4. Setelah aroma bumbu tercium wangi dan telah masak. Segera siapkan air dan masak hingga mendidih. Lalu, masukkan beberapa jenis sayuran yang keras terlebih dahulu. Dan, setelah itu diikuti dengan memasukkan jenis sayuran yang lain.
  5. Ketika sayuran telah dirasa matang, masukkan bumbu halus yang telah ditumis hingga matang tadi. Dan, tidak lupa juga menambahkan santan, garam, kaldu bubuk, dan gula.
  6. Setelah semuanya sudah tercampur, besarkan api sedikit dan terus sambil diaduk hingga seluruh bahan tercampur rata dan sayur lodeh matang dengan sempurna.
  7. Tes rasa, dan jika sudah dirasa cukup dapat disajikan sesuai dengan selera.

Ukuran porsi untuk 3 kali makan

Nah, itu dia resep sayur lodeh enak dan praktis andalan nenek eike. Bagaimana gaes, cukup mudah bukan? Saya cukupkan sampai disini yaa, semoga bermanfaat. Salam Waras!