Site icon Catatan Ludy

Tentang THR: Antara Aku, Kita dan TitipanNya

Berbicara tentang Tunjangan Hari Raya atau kerap disebut THR, rupanya menjadi salah satu hal yang sangat identik dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Adapun, THR ini sendiri disebut juga sebagai non upah atau bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan-karyawan mereka menjelang hari raya di Indonesia. Dan, pemberian THR ini sendiri dilakukan paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Waaahh, menarik banget kan pastinya. Belum lagi THR ini sendiri besarannya bisa sekitar 1x pendapatan kita setiap bulan lho! So, hitung-hitung double lah ya gajiannya, hihi.

Pictured by pexels.com

Well, siapapun itu pasti yang mendapatkan THR harus merasa bahagia sekaligus bersyukur. Yup, bahagia karena pada hari istimewa tersebut mereka bisa memberikan sesuatu kepada orang-orang yang mereka sayangi, baik itu dalam bentuk nominal rupiah atau berupa barang yang dibutuhkan. Serta, bersyukur lantaran mereka masih mendapatkan rizki untuk bisa menikmati hari raya. Duh, kalau bicara dua hal ini rasa-rasanya air mata saya mau tumpah. Pasalnya, saya sendiri enggak bisa membayangkan bagaimana hari lebaran saudara-saudara seiman saya yang ada di Palestina, Suriah dan beberapa negara Islam lainnya yang tengah mengalami konflik.

Meski begitu, kita harus sadar diri dalam mengelola THR dengan bijak dan sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai malah kita tengah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Karena, yang perlu selalu kita ingat adalah dalam tiap rizki yang Allah berikan dari arah manapun untuk kita, pasti terdapat hak orang lain untuk kita berikan. Baik itu dalam bentuk sedekah, infaq dan zakat.

Kalau saya sendiri, tepatnya sejak menikah mulai belajar untuk membuat pos-pos pengeluaran THR agar sesuai dengan peruntukannya. Bukan lebay lho! Ini penting banget, jangan sampai THR yang kita dapatkan nilainya malah gak berfaedah sama sekali. Dengan kata lain, jauh dari keberkahan. Dan, tiba-tiba raib begitu saja, tanpa kita sadari. Nah, supaya bisa lebih bijak dalam mengelola THR, kira-kira pos-pos pengeluaran apa saja sih yang mesti dibuat? Semata-mata agar THR lebih bernilai berkah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dizhalimi. Well, ini dia selengkapnya…

Orang Tua dan Mertua. Sejak bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, ibu saya selalu bilang untuk selalu mengutamakan orang tua terlebih dahulu, perihal berbagi rizki. Baik itu nominalnya besar ataupun kecil, enggak masalah yang penting sisihkan dahulu beberapa nominal untuk mereka. Karena dalam setiap pemberian yang kita berikan kepada mereka ada doa dan keberkahan yang mengalir untuk diri kita. Termasuk, dalam pembagian THR. Percayalah, semakin kita menjadikan orang tua sebagai raja, maka rizki kita pun tak henti mengalir bagaikan raja. Dan, tentunya orang tua saya pun sejauh ini jarang menuntut untuk meminta uang dengan nominal tertentu. Baginya, anaknya sudah mandiri dan berpenghasilan sendiri sudah cukup.

Pictured by pexels.com

Sedekah. Bagian ini perlu banget dikeluarkan. Dan, untuk zakat sendiri di bulan ramadhan saya menyisihkannya dari penghasilan. Bukan dari uang THR. Namun, kembali lagi ke masing-masing orang yang pastinya berbeda.

Kebutuhan Pribadi dan Hari Raya. Wah, kalau ini sih jangan ditanya ya. Pastinya, untuk pos ini sudah termasuk untuk budget mudik, baju lebaran, rapih-rapih rumah, kue kering, bagi-bagi uang alias salam tempel dan lain-lain. Adapun, besarannya sendiri tergantung dari kebutuhan masing-masing ya gaes!

Tabungan dan Investasi. Nah, bagian ini tidak boleh terlewatkan yaa. Jangan sampai uang THR yang kita dapatkan enggak ada yang bersisa dalam bentuk tabungan atau investasi. So, kudu bijak dan cermat ya gaes untuk menyisihkan THR pada pos ini.

Anyway, itu dia beberapa pos pengeluaran THR yang mesti dianggarkan. Menurut versi saya sih, penting banget. Dan, intinya JANGAN BOROS! Catet tuh. Pokoknya, kudu cermat dan jeli dalam menggunakan THR, jangan tiba-tiba berasa kayak OKB (orang kaya baru) yang seenak jidak habisin duit. Please, jangan ya gaes. Oke deh, semoga bermanfaat yaa. Selamat menikmati hari raya bersama keluarga. Salam Waras!