Ada satu kebiasaan kecil yang seringkali saya lakukan sampai saat ini dan nampaknya dapat memberikan pengaruh yang cukup besar bilamana sejumlah orang juga ikut melakukannya. Yup, membuang sampah “pada tempatnya”. Adapun, maksud dari kata ini ialah menahan diri untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, sehingga saya pribadi acapkali menyimpan sampah plastik ataupun kertas bekas gorengan di selipan saku tas.

Kebiasaan ini pun awalnya didasari lantaran adanya kesadaran akan sebuah cap yang disematkan pada diri ini, yakni “ini lho gue kan mahasiswa kehutanan, masa gak bisa jaga kebersihan lingkungan.” Dan, otomatis hal itu pun terus terngiang di telinga saya. Maka, tak heran jika beberapa teman seringkali mendapati beberapa sampah di dalam tas saya yang lupa untuk segera saya buang saat itu. Tak lain karena sudah menumpuk terlalu banyak. Mungkin bagi mereka tampak risih saat mendapati sampah di dalam tas saya. Namun, bagi saya ini sangat penting dan merupakan langkah kecil yang dapat saya lakukan untuk tidak menambah jumlah sampah yang berceceran di sepanjang jalan.

Walaupun pada akhirnya, hal inipun masih jauh dari kata sempurna. Karena, untuk menjadi pegiat pecinta lingkungan sejati nyatanya banyak hal yang harus benar-benar diperhatikan. Dan, adapun langkah konkrit yang saya lakukan sejauh ini rupanya masih belum ada apa-apanya. Wah, sedih bangeeettt pastinya. Disamping, saya paham bahwa penting banget untuk memunculkan kesadaran itu, khususnya dalam hal prinsip 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Replace, and Replant. W-O-W, ternyata PRnya banyak banget dong buat kita-kita semua sebagai warga di planet bumi yang sangat dicintai ini.

Pictured by pexels.com

Dan, untuk memastikan kondisi ini, perlu adanya kesamaan visi dan misi oleh seluruh penghuni bumi lainnya agar bisa bersama-sama melindungi dan menjaga keselarasan alam serta lingkungan. Karena, jika manusianya sendiri tidak teredukasi dengan baik, maka tidak ada hasil apapun yang akan diperoleh. Justru, yang ada hanyalah datangnya berbagai bencana alam secara bertubi-tubi. Lantas, sudahkah kita siap menghadapi semua itu? Karenanya, saya pribadi yakin, meski tindakan yang saya lakukan saat ini masih terbilang sangat retjeh. Namun, pada kenyataannya saya bisa konsisten untuk melakukannya hingga saat ini.

Adapun, pembaruan yang saya lakukan saat ini ialah tidak lagi menyimpan sampah di selipan tas. Melainkan, saya menyiapkan beberapa kantung plastik besar dan 1 tas kain. Dimana, dua jenis benda ini memiliki fungsi yang berbeda, yaitu kantung plastik saya gunakan untuk menempatkan sampah apabila dalam perjalanan saya tidak menemukan tempat sampah. Lalu, berikutnya tas kain ini selalu saya bawa di dalam tas, which is tujuannya untuk menyimpan barang hasil belanjaan, baik berupa makanan, buku, sabun, dan lain-lain. Sehingga, jarang untuk saya meminta kantung plastik saat berbelanja. Dimana, dalam hal ini tujuan utamanya ialah untuk diet kantong plastik. Cukup sederhana bukan?

Kendati demikian, masih banyak hal lagi yang harus saya lakukan untuk bisa menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Nah, kira-kira apa aja sih contoh penerapan prinsip 5R yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan secara mudah dan murah meriah? Mau tahu apa aja contohnya? Berikut ulasannya.

Pictured by pexels.com

Reduce

Reduce disini tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat agar tepat dan bijak dalam mengurangi konsumsi material yang tidak dibutuhkan, terlebih material ini tergolong dapat merusak lingkungan. Karena, pada dasarnya semakin banyak material “enggak penting” yang kita pakai sehari-hari, otomatis hal inilah yang justru akan semakin menambah jumlah volume sampah yang dihasilkan. Miris banget dong pastinya.Lantas, apa aja sih contoh penerapan prinsip reduce ini?
• Kurangi konsumsi barang yang dirasa tidak perlu
• Pilihlah produk dengan jenis kemasan yang bisa didaur ulang
• Kurangi penggunaan produk sekali pakai, karena hal ini jelas dapat menambah jumlah produksi sampah. Contoh: Penggunaan tissue dan sedotan plastik. Makanya, saat ini sejumlah restoran banyak yang sudah menerapkan aturan “No Straw”, yang tidak lain tujuannya adalah untuk mengurangi produksi sampah dari produk sekali pakai tersebut.
• Manfaatkan jenis produk yang dapat diisi ulang. Penting nih!

Reuse

Reuse disini yaitu melakukan pemanfaatan sejumlah barang yang masih terbilang layak pakai dengan memanfaatkannya lagi untuk fungsi yang lain. Selain itu, adapun jika barang-barang tersebut tidak lagi kita inginkan, kita dapat menjual barang-barang tersebut secara “garage sale” agar dapat bermanfaat lagi untuk orang lain. So, kira-kira apa aja sih contoh penerapan reuse ini?
• Kurangi konsumsi barang yang bersifat disposable alias sekali pakai, dan mengalihkannya dengan memilih jenis barang yang dapat digunakan secara berulang-ulang.
• Mulailah untuk membiasakan diri dalam memilah dan memisahkan jenis sampah antara sampah organik dan non organik. Ini penting banget gaes, karena masing-masing dari dua jenis sampah ini masih bisa dimanfaatkan menjadi olahan yang bermanfaat, baik itu menjadi kompos ataupun kegunaan lainnya.

Recycle

Recycle pada prinsipnya adalah proses mendaur ulang barang. Adapun, proses daur ulang ini, kerap kita temukan pada sampah organik yang diolah menjadi kompos. Kemudian, hal ini juga berlaku pada proses recycle sampah non organik which is juga dapat didaur ulang menjadi olahan yang memiliki nilai manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Menarik banget kan, pastinya? Nah, apa aja sih contoh penerapan prinsip recycle ini dalam kehidupan sehari-hari?
• Cermat dalam memilah jenis produk dengan kemasan yang mudah terurai atau dapat didaur ulang.
• Mendaur ulang sampah kertas menjadi kertas daur ulang ataupun karton kembali.
• Menggunakan botol plastik ataupun gabus untuk dimanfaatkan sebagai pot tanaman.

Replace

Berikutnya, prinsip replace disini adalah mengganti barang lama dengan mulai beralih pada jenis barang yang dinilai lebih ramah lingkungan. Salah dua contohnya adalah, aturan “No Straw” berbahan plastik yang tengah tren saat ini nyatanya mampu mengajak kita sebagai konsumen untuk beralih pada sedotan yang berbahan dasar stainless. Kemudian, untuk mensukseskan diet kantong plastik di berbagai pusat perbelanjaan, rupanya banyak pihak yang akan sadar akan hal ini dan mulai beralih pada tas kain untuk menaruh barang-barang belanjaannya. Simpel banget kan? Disamping, enggak menghasilkan banyak sampah yang sulit terurai, dan pastinya juga menghemat banget dong, hihii.

Replant

Replant atau penanaman kembali alias reboisasi, rupanya berpengaruh banget lho buat lingkungan. Baik itu pada lingkungan mikro maupun makro. Dan, hasilnya pun bisa cepat kita rasakan, asalkan kita fokus dan konsisten dalam menggalakkan kegiatan reboisasi ini. Adapun, manfaat dari prinsip replant ini sangatlah banyak, diantaranya: turut serta dalam mengurangi dampak polusi akibat pemanasan global, meningkatkan pasokan udara bersih di lingkungan makro maupun mikro, mencegah terjadinya erosi, serta dapat memperindah lingkungan sekitar. Wahh, indah banget ya pastinya.

Pictured by pexels.com

Well, dari prinsip 5R diatas kira-kira apa aja nih yang sudah kamu terapkan? Jika masih belum sepenuhnya (persis seperti saya), NO PROBLEMO, karena bisa banget kok dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Lalu, jika sudah terbiasa dengan hal-hal kecil tersebut, bisa ditambahkan lagi dengan kebiasaan positif lainnya yang mendukung prinsip 5R ini. Bismillah, kita semua pasti bisa kok! Finalleeh, ditunggu ya sharingnya yang luar biasa dari teman-teman semua tentang penerapan prinsip 5R ini khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat, salam waras!

Sharing is caring!

12 thoughts on “Sedia Kantong Sebelum Nyampah

  1. Saya malah membiasakan anak-anak saya sejak dini untuk belajar membuang sampah pada tempatnya. Kalau tidak ada tempat sampah, ya bawa pulang saja (misalnya : bungkus permen atau bungkus jajanan kering).
    Alhamdulillah mereka sekarang menjadi disiplin dan mengerti mengapa harus membuang sampah pada tempatnya.

  2. Yup emang perlu banget knowledge untuk pengetahuan sampah ini..karena jika tidak di olah dengan baik bisa mencemari lingkungan dan kesadaran juga harus dr diri kita juga….buat aware ama sampah dan ga sembrangan

  3. Setuju banget mbak, mulai dari yang kecil2 dalam kehidupan sehari2 ya. Saya sih skrng yg paling sering ya bawa tas sendiri sat belanja. Trus mulai bawa botol minum ke mana2 biar gak beli minuman kemasan 😀

  4. Sedari dulu aku selalu menyiapkan tempat sebelum nyampah. Dengan cara reuse, menggunakan barang-barang bekas yang masih kepake. Lumayan setidaknya tindakanku ini bisa membantu mengurangi sampah di rumah.

  5. aku masih banyak yangg belum aku lakuin nih hikzz sedih.. cuma yang aku usahain banget banget ini masih diminimalisir pakai sesuatu yang sekali pakai buang.. kyak dulu lebih milih pakai popok timbang pospak.. mending kain timbang tisu

  6. Keren mba sharing dan remindernya tentang 5 R ini, biar kita selalu aware dengan kebersihan dan meminimalisasi sampah plastik. Mesti start dari diri sendiri dulu ya baru ke keluarga.

  7. Bogor nih udah reduce kresek plastik di pertokoan dan mall besar. Jadi harus bawa kantung belanja sendiri. Awalnya lupa tapi jadi kebiasa. Tinggal recycle nih yang perlu lebih digalakkan oleh pemerintah, termasuk tata cara buang sampah

  8. Aku sama nih suka taro sampah ditas aku sebelum aku nemuin tong sampah,sebel banget sama orang yg suka buang sampah sembarangan helloww segitu malesnya apa suka kesel sndri akutuh mba klo liat dijalan daerah rumahku deh gak usah jauh2 kdg yah liat buntelan kresek sampah ada djln ngegerendeng sendiri aku tuh gilak yah nih org segitu malesnya apa buang sampah yg bener,klo emang gk mau pake jasa tukang angkut sampah yah bakar keq jgn buang buntelan ke jalan ntr klo banjir gimana?qt2 yg gk salah bisa kena imbasnya juga kan.

Leave a Reply

Close
Social profiles
shares