Anak Kembali ke Sekolah di Masa Pandemi, Yakin Rela?

belajar tatap muka

Antara rela dan enggak rela sebenarnya. Pertimbangannya pun cukup panjang untuk melepas si kecil belajar tatap muka di sekolah. Jadi, bakal rela enggak ya melepas buah hati belajar di sekolah pas pandemi gini? Yakin deh, kayaknya bakal belajar online lagi nih, hehe.

Libur sekolah telah tiba, itu artinya tahun ajaran baru 2021/2022 tak lama lagi akan dimulai. Sebagai parents yang akan memasukkan anaknya ke jenjang sekolah taman kanak-kanak (TK) tahun depan, nyatanya cukup membuat saya ketar-ketir tak karuan. Bukan karena masalah biaya ataupun kendala lainnya, melainkan situasi pandemi Covid 19 saat ini yang tampaknya belum juga mereda. Bahkan, angka pertambahan positifnya pun justru makin menggila, hingga menyentuh angka sekitar enam ribuan jiwa per harinya. Astaghfirullah, parah banget sih.

Credit by pexels.com

Terlepas dari itu, hal sebenarnya yang menjadi kekhawatiran saya beserta orangtua lainnya adalah, SIAPKAH KITA UNTUK MELEPAS ANAK-ANAK KEMBALI KE SEKOLAH?

Mengingat, saya pribadi sempat maju-mundur saat ingin mendaftarkan Khadijah masuk ke TK tahun depan. Dimana, pendaftarannya sendiri justru sudah dibuka mulai awal November kemarin. Lantas, setelah melalui diskusi yang alot dan cukup panjang bersama suami, akhirnya kami pun memutuskan untuk mendaftarkan si kecil masuk sekolah. Please, ini pun berat banget lho pertimbangannya, huhuu.

Baca Juga: Memantik Ketegaran di Tengah Pandemi Corona

Ketika Zona Hijau Menjadi Acuan

masuk sekolah saat pandemi
Credit by pexels.com

Pada dasarnya, kembali lagi pada prinsip dan prioritas orangtua masing-masing. Mengingat, dalam hal ini para orangtua pastinya punya persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi situasi pandemi ini. Adapun, adanya kebijakan Kemendikbud yang berencana untuk mengembalikan proses belajar mengajar secara tatap muka pada tahun ajaran 2020/2021 ini tak sedikit pula yang meresponnya secara positif. Bisa jadi, karena memang udah stress juga kali ya dampingin anak belajar di rumah, wkwkw.

Dan, dalam hal ini, kawasan zona hijau menjadi salah satu acuan bagi saya dan suami saat memutuskan untuk mendaftarkan Khadijah masuk sekolah. Kalaupun, pada akhirnya nanti harus belajar online di rumah, ya gpp sih. Karena, bapake enggak punya planning untuk Khadijah gap year lantaran pandemi. Just it!

Untuk jaga-jaga, kami berdua sebisa mungkin melakukan upaya preventif untuk mencegah munculnya Covid 19 di tengah-tengah keluarga kami. Salah satunya dengan melakukan swab test. Karena, baik saya, suami bahkan Khadijah sekalipun, semuanya berisiko terpapar virus corona. Jadi, daripada diam-diam enggak sadar kalau ternyata OTG (orang tanpa gejala), mending cari amannya dulu deh demi menjaga orang-orang tersayang di sekitar.

Persiapan Anak Kembali ke Sekolah di Tengah Pandemi, Ini Dia Tipsnya!

Meski kebijakan Kemendikbud ini pada kenyataannya hingga kini masih banyak menuai pro dan kontra. Namun, perlu diingat bahwasanya kebijakan ini sendiri tidak berlaku sepenuhnya di semua wilayah di tanah air. Dan, tak selamanya pula kawasan zona hijau ini dirasakan seutuhnya aman, karena saat ini segalanya serba unpredictable. Bisa jadi, kawasan hijau yang kita nilai saat ini aman-aman saja, malah besok statusnya berubah lantaran ada satu atau dua orang bahkan lebih yang positif corona. Duh, ngeri banget kan?!

Credit by pexels.com

Maka, sebagai orangtua yang bisa kita lakukan adalah berpikir jernih dengan bijak dan melakukan sejumlah persiapan sebelum anak kembali masuk ke sekolah secara tatap muka. Kira-kira, persiapan apa sajakah? Ini dia tipsnya!

1. Berikan Edukasi Mengenai Virus Covid 19 dan Kebiasaan 3M

Ini penting banget lho, jangan kira anak-anak balita sekalipun belum bisa diberikan pemahaman terkait covid 19 ini. Asal dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti secara sederhana, anak-anak pasti bisa paham kok. Hanya saja, perlu kita sampaikan secara berulang-ulang bahwa pandemi ini belum diketahui pasti kapan perginya, haha. Sehingga, kebiasaan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) ini mesti dibiasakan dan menjadi habit bagi anak-anak. Utamanya, ketika mereka sudah masuk sekolah nantinya.

2. Ajari Anak Protokol Kesehatan

Jika selama di rumah kita sebagai orangtua sudah membiasakan 3M dengan baik pada anak-anak, maka hal ini akan menjadi poin plus bagi mereka. Maka, edukasi ini perlu ditambah lagi dengan mengajarkan mereka terkait protokol kesehatan yang utamanya harus dilakukan selama di sekolah, antara lain:

  • Menggunakan masker kain dengan benar, yakni dengan menutup hidung, mulut hingga bagian dagu
  • Selalu membawa hand sanitizer kemanapun saat di sekolah, dengan memberikannya dalam ukuran yang praktis dan pas di saku
  • Ingatkan selalu untuk rajin mencuci tangan dengan sabun
  • Melakukan physical distancing saat berinteraksi dengan siapapun di sekolah minimal 1 meter
  • Saat bertemu siapapun di sekolah, hindari kontak fisik secara langsung baik itu bersalaman, berpelukan atau bahkan bergandengan
  • Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan siapapun yang terlihat sedang sakit, guna meminimalisir penularan penyakit lainnya selain Covid.

3. Bawalah Bekal Makanan Sendiri dari Rumah

Selain lebih sehat, pastinya untuk saat ini adalah pilihan yang paling aman untuk kesehatan buah hati. Tak lupa, sertakan juga botol minum dan alat makan sendiri ya buuuk. Meski rasa-rasanya bakal ribet tiap pagi, tapi lumayan banget toh bisa menghemat budget si kecil jajan di luar, hahaha.

Hindari Cemas Berlebih, Tetap Tenang dan Waspada

Jujur, saya sendiri masih belum bisa tenang dengan kondisi pandemi seperti saat ini. Apalagi, sampai harus memikirkan bagaimana keadaan nantinya ketika Khadijah harus mulai masuk sekolah. Namun, tetap saja saya harus berusaha berpikir secara rasional, tenang dan selalu waspada. Khawatir, jika terus-menerus merasakan cemas berlebih, bisa-bisa psikis saya yang terganggu. Mengingat, over thinking dan stress justru dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan seseorang jadi lebih mudah dihinggapi penyakit. Waduh, jangan sampe deh pokoknya!

Well, jadi gimana nih parents, sudah siap melepas anak kembali ke sekolah? Yuk sharing! Semoga ulasan saya kali ini bermanfaat ya, have a nice day! SALAM WARAS.

Ludy

One thought on “Anak Kembali ke Sekolah di Masa Pandemi, Yakin Rela?

Leave a Reply

Close
Social profiles