Setiap pasangan suami istri pastinya mendambakan hubungan yang hangat dan romantis dalam kesehariannya. Sapaan lembut yang membangunkan di pagi hari, disertai dengan kecupan hangat dan candaan mesra nampaknya menjadi khayalan indah bagi tiap orang saat membayangkan kehidupan pasca menikah. Namun, sayang seribu sayang. Banyak pasutri bahkan acapkali menyepelekan hal-hal “receh” tersebut. Padahal, kalau saja mereka sadar, hal “receh” itulah yang justru menghidupkan suasana romantis dalam kehidupan rumah tangga mereka. Well, emak enggak mau sotoy apalagi menggurui. Toh, emak sendiri juga mengalami adanya “riak-riak” tersebut dalam kehidupan rumah tangga.

Kendati demikian, emak pun sebagai istri khususnya sadar bahwa latar belakang dari munculnya semua masalah itu ialah komunikasi. Entah itu, berupa salah paham atau keterbatasan tentang pengetahuan tertentu, yang jika tidak diluruskan maka akan semakin memperkeruh hubungan pasutri. So, tentunya kita enggak mau dong memunculkan percikan api neraka di istana kecil kita? Soalnya, udah jelas banget nantinya yang akan berdampak secara langsung adalah ANAK (kalau udah ada). Apalagi, kalau sampai melibatkan hati dan perasaan, beuh siap-siap aja, colek dikit langsung tebas wkwkwkkw.

Jujurly, kalau berbicara soal komunikasi pasutri pastinya udah banyak banget yang menjabarkannya dan kudu sejelas-jelasnya. Dan, emak akui untuk hal yang satu ini pun pemahaman emak masih terbatas dan on process untuk terus belajar. But, emak mau sedikit sharing tentang PILLOW TALK, dan you know? TERNYATA, ITU PENTING BANGET LHO! Sebabnya, bagi emak sendiri, kalau ngobrol di telpon atau pas berduaan di rumah sambil momong anak atau makan, Please deh, DIJAMIN, ENGGAK BAKAL NYAMBUNG. Apalagi, “NYAMPE” DENGAN APA YANG DIMAKSUD. DIDENGER AJA UDAH SYUKUR SAMA SUAMI, wkwkkwkwk.

Baca juga: After Giving Birth: Suami Kudu Peka

Serius ya gaes, emak enggak ngada-ngada, soalnya secara personality paksu itu orangnya “males nyimak” cerita kalau disambi sama pekerjaan lain. Sehingga, kalau mau fokus kudu cari momen yang pas biar apa yang emak sampaikan nyampe juga ke hati dan akalnya. Kalau nyambung kan enak tuh, jadi enggak hanya sekadar mendengarkan tapi juga bisa memberikan solusi yang berfaedah enggak “ngasal” apalagi ASBUN, wkwkwkwk.

Pictured by pexels.com

Daaaaannn, finaleeeeehh, bagi emak pribadi momen yang tepat untuk cuap-cuap adalah waktu sebelum tidur, alias lagi leyeh-leyeh santai menjelang tidur. Kebayang kan, enaknya sambil gelosoran di kasur dan kondisi udah siap tidur tanpa harus mikirin pekerjaan yang lagi dikerjain saat itu, pokoknya lebih rileks lah. Otomatis, kalau dicoel dikit nih suami buat ngobrol fokus doi bakal siap dengerin, tanpa harus minta waktunya sebentar buat diganggu. Oke, fix, sepakat yee kali ini sama emak.

Nah, Mak, kira-kira PILLOW TALK itu sendiri apa sih? Please, jangan samakan dengan “maksud” yang ada di lirik lagunya Zayn Malik ya gaes. Meski, umumnya pillow talk ini lebih cenderung mengarah ke hal yang sifatnya intim. Namun, ada definisi lain yang nyatanya sangat bernilai bagi hubungan komunikasi pasutri ini, yakni berupa obrolan ringan yang dilakukan menjelang tidur. Dan, topiknya pun bebas tidak terbatas, which is tujuan utamanya ialah untuk merekatkan jalinan fisik dan emosional antara suami istri.

Anyway, bagi emak pribadi dan suamik merasakan banget manfaat dari pillow talk ini. Karena, berasa banget momennya yang pas buat saling memahami dan memaklumi kelebihan serta kekurangan pasangan. Tanpa harus menjudgenya dengan hal-hal yang tidak disukai oleh masing-masing pihak. Sehingga, tidak ada perasaan yang tersakiti satu sama lain. Mengingat, saat momen pillow talk ini tanpa kita sadari dapat memunculkan simpul-simpul kejujuran yang pelan-pelan akan terbuka dengan sendirinya, tanpa terlebih dahulu harus dipaksakan. Ajaib kan, makanya emak sendiri saat itu bisa cerita ke suamik sambil ketawa-tawa padahal topik yang diceritain bikin hati ngenes seharian, hahaha.

Baca juga: 5 Peran Istri Yang Mampu Memikat Hati Suami

Well, berikut ini ada tips syantik dari emak biar pillow talk kamu penuh makna dan bukan hanya sekadar numpang lewat doang, check this out…

Pictured by pexels.com
  • Terlebih dahulu kondisikan hati, pikiran dan fisik secara nyaman, tanpa ada tekanan apapun
  • Jadikanlah pillow talk ini sebagai salah satu daily activity yang rutin dilakukan setiap malam, sehingga bukan hanya sekadar formalitas belaka. Dimana, didalamnya harus ada kerelaan satu sama lain dalam mendengarkan dan bertukar pikiran.
  • Topiknya bebas dan tidak ada keharusan untuk melakukannya saat sedang ada masalah saja. Karena, pillow talk ini tujuan utamanya adalah untuk memberikan kenyamanan hati pada pasangan khususnya dalam hal komunikasi.
  • Pada dasarnya, pillow talk ini bukanlah sarana untuk memecahkan masalah. Namun, jika sewaktu-waktu dibutuhkan adanya solusi, maka salah satu pihak harus siap memberikan masukan dari permasalahan yang muncul tersebut.
  • Perlu diingat, dalam pillow talk ini selalu utamakan untuk fokus pada kontak mata dan hati. Semata-mata agar perasaan yang muncul saling terhubung satu sama lain. Kan enggak enak dong pastinya, kita lagi enak-enak cerita ehh malah ditinggal tidur, wkwkwk. Adanya bakalan ngambek sampe pagi.

Sekali lagi, mungkin aktivitas ini seringkali dilupakan bahkan diabaikan, tetapi bisa lah tiap minggunya kudu “dihidupkan”. Karena, cinta sejatinya butuh perasaan yang saling terkoneksi satu sama lain. Dan, pillow talk ini adalah salah satu cara sederhana untuk terus menghidupkan cinta di istana kecil kita. Dengan harapan, akan banyak hal positif yang lahir setiap harinya dari keterbukaan kita dengan pasangan satu sama lain. So, gimana udah mulai kepikiran belum untuk mencoba? Jika iya, ditunggu sharingnya yaa. Semoga bermanfaat. Have a nice day!

Sharing is caring!

5 thoughts on “Pillow Talk: Penting Enggak Sih?

  1. Penting sih mba Ludy, tapi klo ada anak yang suka ngintil tidur di kamar itu rasanya susah. Atau jadwal tidur dan bangun suami istri berbeda. Baca: istri bangun lebih awal krn harus nulis 😬

Leave a Reply

Close
Social profiles
shares