Kintamani, Bali, Destinasi Hijau yang Menjanjikan Eksotisme Pegunungan Alam

kintamani-bali

Sejak dulu, menghirup segarnya aroma sejuk pegunungan menjadi hal yang amat saya sukai. Dan, kawasan hijau dataran tinggi Kintamani, Bali, menjadi salah satu destinasi impian yang ingin saya tuntaskan. Lantas, kenapa sih? Berikut, uraiannya!

Sudah setahun lebih, tepatnya sejak 2020 kemarin saat pandemi datang, keinginan untuk berlibur bersama keluarga tersayang belum juga terealisasikan. Bayang-bayang rimbunnya pepohonan dan segarnya alam pegunungan seolah membaui indera penciuman saya yang sayangnya belum kunjung kesampaian hingga detik ini.

Saya yang sudah terlanjur jemu dan lelah dengan pandemi ini, hanya dapat terhibur melalui kenangan foto-foto saat liburan dan juga video destinasi wisata di berbagai tempat via saluran Youtube. Meski begitu, melalui pandemi ini juga telah memberikan saya banyak pengajaran untuk bersabar, lebih prihatin dengan sesama, serta berhemat pastinya.

Kendati demikian, angan-angan untuk pergi berlibur masih dan terus ada dalam benak saya. Mungkin, saat ini kaki saya belum dapat menjangkaunya lantaran terhalang oleh pandemi. Tapi, nanti, di suatu hari kemudian manakala pandemi berakhir dalam kondisi yang kembali normal dan stabil. Lantas, menuliskan wishlist destinasi impian rasanya lebih tepat untuk saya lakukan saat ini.

Sembari membayangkan, kira-kira destinasi apa yang tepat untuk saya dan keluarga kunjungi nantinya untuk melengkapi momen kebersamaan kami. Udara dingin yang sejuk serta hijaunya pepohonan yang tinggi-tinggi di perbukitan, rasanya tepat untuk kami nikmati sambil beristirahat sejenak dari penatnya hiruk pikuk kehidupan ibukota.

Alhasil, Kintamani, Bali, menjadi salah satu destinasi hijau impian yang saya idam-idamkan untuk pergi berlibur sembari menghabiskan waktu bersama keluarga terkasih. So, hal apa saja sih yang membuat saya sangat tertarik untuk mengunjungi kawasan Kintamani, Bali? Berikut, uraian selengkapnya!

Baca Juga: Indahnya Surga Belantara di Tanah Papua

Kawasan Kintamani Memiliki Sejumlah Desa Cantik yang Menyejukkan Hati

kintamani-bali
Credit by travel.kompas.com

Bali dengan segala eksotismenya yang memukau tak hanya memiliki deretan pantai pasir putihnya yang berombak. Dan, Kintamani menjadi salah satu kawasan di Bali yang letaknya di pedalaman dataran tinggi serta diselimuti dengan kekhasan budaya yang kental.

Persisnya, kawasan Kintamani ini berada di bagian timur laut pulau Bali dan letaknya di bawah kaldera Gunung Batur. Ibarat sketsa, Kintamani yang masuk dalam pemerintahan Kabupaten Bangli memiliki sejumlah elemen yang lengkap dari sebuah lanskap dataran tinggi dan menjadi satu-satunya kawasan yang tidak dibatasi pantai. Di Kintamani, kita dapat menemukan hutan yang evergreen, udara sejuk, danau biru yang indah, serta gunung merapi yang aktif.

Fyi, kawasan Kintamani memiliki sejumlah desa cantik yang patut untuk kita kunjungi, antara lain desa Penelokan, desa Songan, desa Abung, desa Batur, desa Kedisan, desa Toya Bungkah, dan desa Kintamani. Menariknya, dari beberapa desa ini ada tiga desa yang menjadi favorit para pelancong lantaran view gunung Batur serta danau Batur yang letaknya tepat di dataran tinggi, sebut saja desa Batur, desa Penelokan, dan desa Kintamani.

Saat mengetahui informasi ini, alam bawah sadar saya pun seketika memanggil, berharap agar raga dapat hadir secara utuh untuk menginjakkan kaki di salah satu desa favorit ini. Ahh, jadi gak sabar!

Baca Juga: Liburan Seru di Gili Ketapang

Nikmatnya Air Panas Alami dari Desa Toya Bungkah

air-panas-toya-bungkah
Credit by trivindo.com

Nyatanya, para pelancong sudah begitu akrab dengan sebutan Kintamani, kendati desa yang mereka kunjungi bukanlah desa Kintamani. Melainkan, desa-desa lain seperti desa Penelokan, desa Batur, serta desa Toya Bungkah. Dan kali ini, desa Toya Bungkah menjadi salah satu destinasi idaman saya lantaran tempat pemandian air panas alami yang terdapat di desa ini.

Diketahui, sumber air panas yang ada di kawasan ini berasal dari Gunung Batur yang dikenal sebagai gunung merapi aktif. Sehingga, air panas alami yang ada di Desa Toya Bungkah ini pun mengandung senyawa Belerang yang manfaatnya dikenal berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit. Nah, saya pun jadi membayangkan, sepertinya segar banget deh rileksasi dengan berendam di kolom air panas alami dalam balutan udara pegunungan yang amat menyejukkan.

Selain di Toya Bungkah, tempat pemandian air panas alami lainnya juga terdapat di Toya Devasya Hot Spring Kintamani. Jadi, para pelancong bisa memilih, kira-kira kolom air panas mana nih yang ingin dituju. Atau, justru ingin mengunjungi keduanya, kenapa enggak? Sambil nabung, saya ngehalu dulu lah ya, siapa tahu kan bisa melipir ke dua tempat pemandian air panas ini, hihi.

Memanjakan Mata dengan Keindahan Gunung Batur dan Danau Batur

gunung-batur
Credit by travel.okezone.com

Gunung Batur dan Danau Batur menjadi dua destinasi yang memiliki keelokan serta panorama alamnya yang begitu menggoda. Bahkan, sudah banyak pula pelancong yang mengakui keindahan wisata ini dan menjadikannya sebagai destinasi wisata yang patut diacungi jempol.

Berhubung saya belum pernah mengunjungi dua tempat ini, otomatis saya belum bisa menggambarkan suasana destinasi ini secara detail. Akan tetapi, ibarat magnet, dua tempat ini memiliki atmosfer tersendiri yang dapat dirasakan oleh tiap orang yang ingin mendatanginya meski dari jauh, seperti saya.

Di satu sisi, ada beberapa hal yang membuat saya amat tertarik untuk melihat langsung panorama alam ini, antara lain kaldera aktif terindah di dunia yang ada di Danau Batur dengan luasnya yang mencapai sekitar 16,6 kilometer persegi. Dimana, Danau Batur ini sendiri disebut-sebut sebagai danau kaldera terluas kedua di Indonesia setelah Danau Toba, Sumatera Utara.

Selain itu, konon di Danau Batur ini juga disebutkan kalau warna airnya bisa berubah-ubah lho. Beneran! Katanya sih, hal ini disebabkan oleh pengaruh dari senyawa belerang yang terdapat di dasar danau, sehingga dari atas permukaan tampak kebiruan lalu berubah menjadi hijau kekuningan. Wah, cantiknyaaa!

Tak mau kalah, destinasi Gunung Batur ini juga menyimpan hal menarik yang mesti diketahui para pendaki gunung dari seluruh penjuru negeri. Singkatnya, dari puncak Gunung Batur ini para pendaki dapat merasakan sekaligus menikmati sunrise di ketinggian 1.717 dari permukaan laut. Dan, tak lupa hamparan bebatuan hitam yang menjadi bukti dari letusan gunung berapi yang aktif ini. Sepertinya layak untuk dijadikan spot foto ciamik yang enggak kalah instagramable, hehe.

Conclusion

Well, kurang lebih seperti itulah rangkuman singkat saya terkait destinasi impian yang ingin saya kunjungi nanti, Kintamani. Meski begitu, masih ada beberapa tempat menarik lainnya di Kintamani yang belum sempat saya kepoin infonya, seperti Desa Trunyan dan Pura Ulun Danu Batur. Mengingat, untuk saat ini baru empat destinasi saja yang membuat saya amat tertarik untuk mengunjungi kawasan ini.

Berharap, semoga kelak dimampukan untuk bisa menginjakkan kaki di tanah yang terkenal dengan julukan pulau dewata ini. Mohon doanya ya teman-teman. Nah, kira-kira apakah pembaca disini punya saran tempat menarik lainnya yang ada di Kintamani? Jika ada, ditunggu sharingnya ya teman-teman. Semoga catatan saya kali ini bermanfaat, have a good day, SALAM WARAS!

Baca Juga: KEK Mandalika, Potensi Wisata Dunia dari Kepulauan Lombok

Ludy

Leave a Reply

Close
Social profiles